Baan Kang Wat, Kampung Seni Berhawa Pegunungan

kang wat1-01Hawa yang sejuk, jauh dari pusat keramaian, dikelilingi orang-orang kreatif. Ah, rasanya pasti sangat menyenangkan berkarya di tempat seperti ini. Suka membuat prakarya atau sekedar mengagumi karya-karya seni? Tak ada salahnya singgah di Baan Kang Wat kalau sedang ke Chiang Mai.

Hari masih terbilang pagi ketika saya sampai di kampung ini, setelah mengayuh sepeda selama kurang lebih 1 jam lamanya. Memang, sudah sekitar pukul 10.30 ketika saya memasuki halaman, tapi belum banyak aktivitas yang terlihat. Atau mungkin memang seperti ini suasananya.

Di samping tempat parkir sepeda, seorang ibu tampak menyiapkan café mungilnya, mungkin baru saja buka. Beberapa pasang kursi dan meja kayu ramping tertata di teras depan. Sebagian besar material cafe terbuat dari kayu berwarna coklat tua, dengan bunting kain yang menjuntai di bagian atasnya.

kang wat16-01kang wat13-01kang wat19-01

Masuk ke halaman, saya disambut sebuah amphitheater mini beralas rumput hijau yang menyegarkan mata. Bangku-bangku dari semen dan kayu berjajar di beberapa sisi. Sejumlah pohon juga ditanam untuk peneduh, lengkap dengan patung-patung burung merpati yang tersebar di atas rumput. Dari kejauhan tampak sekelompok anak muda (sebagian besar perempuan) asyik berfoto di salah satu bangunan.

Rasanya saya ingin melompat-lompat karena terlalu antusias, seperti anak kecil yang diajak ke taman bermain.

Melangkah lebih jauh ke dalam, beberapa bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu berdiri di sisi kanan dan kiri. Ada coffee shop & library, galeri, studio, souvenir shop, bahkan salon dan tempat workshop berbagai prakarya. Baan Kang Wat memang kerap menggelar workshop, mulai dari keramik, stamp carving, knitting, dan banyak lainnya.

kang wat11-01kang wat15-01kang wat14-01

Di bagian belakang terhampar beberapa bidang lahan yang digunakan untuk bercocok tanam secara organik. Dan tak lupa, sebuah dinding bertuliskan “Baan Kang Wat” yang di sisi atasnya dipasangi speaker untuk memutar musik. Bukan house music atau dangdut, tapi musik-musik instrumental yang menenangkan.

Sayangnya tidak semua galeri dan studio sudah buka saat saya berkunjung. Rasanya baru coffee shop dan souvenir shop yang buka. Karena keterbatasan waktu (harus check-out jam 12 untuk pindah hostel), saya pun mengurungkan niat untuk ngopi-ngopi cantik di sana. Jadilah hanya mengambil gambar seadanya sambil melihat-lihat karya di toko souvenir.

kang wat12-01kang wat17-01kang wat18-01

Saya mengetahui tempat ini secara tak sengaja dari seorang blogger. Baan Kang Wat sendiri merupakan sebuah kampung kecil yang terdiri dari para seniman atau artisan kalau boleh saya bilang. Masing-masing memiliki galeri atau studio sesuai bidangnya, dengan fokus pada produk handmade lokal. Jadi, kalau ingin sesuatu yang unik dan benar-benar handmade, silakan mampir ke sini.

Semoga di lain waktu saya memiliki kesempatan untuk mengunjungi tempat ini lagi. Atau mungkin ada yang ingin membuat kampung serupa di sini? Saya mau jadi salah satu penghuninya. 🙂

kang wat10-01

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s