Mon Cham: Batal Camping, Disemprot Tuk-tuk

mc3

Tenda di atas gunung, tidur berteman bintang, berdampingan dengan sayur mayur dan bunga-bunga cantik. Bayangan itu cukup jelas terlintas di pikiran setelah seporsi nasi dan garlic chicken tandas tak bersisa. Berjalan sedikit ke depan gang, cari songthaew berwarna kuning menuju Mae Rim, dan nikmati perjalanan sambil mengistirahatkan bahu. Tapi rupanya Tuhan berkehendak lain dengan mengutus seorang sopir tuk-tuk berwajah mulus berkacamata hitam. Continue reading

Sugeng Enjang, Semarang

SMG4

Pagi hari adalah gambaran polos sebuah kota, apa adanya, tanpa polesan. Menjelang siang ia sudah berbenah, bersolek sedikit agar terlihat menarik. Sementara malamnya, ia menjadi liar dengan riasan menor untuk menjerat perhatian kaum urban. Itulah kenapa saya sering menyempatkan waktu untuk berkeliling di pagi hari ketika singgah di sebuah kota, bahkan ketika matahari baru saja menyembul di ujung langit. Continue reading

Penang Bridge, Perjalanan Bukan Semata Soal Tujuan

Menikmati matahari terbit dari Chew Jetty

Menikmati matahari terbit dari Chew Jetty

Mengejar matahari terbit di bawah Penang Bridge adalah tujuan awal. Tapi apa mau dikata, rencana gagal berantakan setelah mengarungi remang dan sepinya jalanan bersama dua laki-laki asing. Tak ada rasa sesal atau kesal, justru saya mengucap syukur Tuhan telah “menyesatkan” jalan saya. Kenapa? Continue reading